Showing posts with label Karier. Show all posts
Showing posts with label Karier. Show all posts

Tuesday, May 1, 2012

Bekerja Adalah Ibadah


Pada suatu sesi kuliah Komunikasi Organisasi, membahas tentang Budaya dan Iklim Organisasi. Sampai pada sesi pertanyaan, apa tujuan Anda (peserta kuliah) bekerja. Kemudian terlontar jawaban seperti : memperoleh gaji, atau saya lebih melihat bekerja sebagai wujud eksistensi dan aktualisasi diri.
Silahkan jawab macam-macam, sesuai isi pikiran Anda…

Tapi yang mengena pada saya ketika Bapak Dosen mengatakan ada satu kalimat bijaksana yang sesuai dengan tujuan kita bekerja di usia produktif: BEKERJA ADALAH IBADAH.

Merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) , “ibadah” mengandung pengertian sebagai perbuatan untuk menyatakan bakti kepada Allah yang didasari ketaatan mengerjakan perintahNya dan menjauhi laranganNya.

Kuliah malam itu sangat cocok bagi orang-orang yang dalam kondisi demotivated dalam bekerja, atau memaknai kembali mengapa dia rela setiap hari bangun pagi, mandi, sarapan, bergegas menuju tempat beraktivitas. Kadang mengalami hari mendung dan di lain waktu mentari bersinar cerah menemani diri.
Jika bekerja adalah ibadah, berarti kita mampu bersyukur atas berkah Yang Kuasa dimana kita bisa memberikan kemampuan kita untuk kebaikan diri sendiri, bersama dan organisasi tempat kita bernaung. Alhamdullilah juga jika itu memberi berkah berkelanjutan bagi masyarakat, meskipun itu tidak berimbas secara langsung.

Untuk semangat bekerja, kita membutuhkan Motivasi, dan hal ini tercipta melalui dua cara:
1.  Motivasi berasal dari dalam diri sendiri.
2.  Motivasi diciptakan oleh orang lain. Karena konteks pembicaraan malam itu tentang budaya organisasi (perusahaan swasta, perusahaan negara, lembaga swadaya dsb), maka bisa jadi motivasi itu muncul karena lingkungan yang mendukung. Misalkan ada hadiah bagi pekerja yang berkinerja baik, penghargaan, atau pimpinan yang menciptakan iklim kondusif. Seorang pimpinan menentukan iklim lingkungan yang dia pimpin. Sehingga akan tergantung pimpinan yang berkuasas dan bagaimana anak buah merespon.
Sehingga dalam suatu konsep organisasi dikenal faktor “X Efficiency” yaitu faktor X mengapa misalkan ada dua karyawan yang diterima dalam waktu sama di suatu perusahaan, namun tidak memiliki kondisi termotivasi yang sama.

Jadi, sudah bisa mendapat gambaran tentang bagaimana Anda mewujudkan rasa bekerja sebagai ibadah?
Izinkan saya mengutip kembali sebuah penggalan puisi yang diciptakan oleh Kahlil Gibran yang dulu sangat saya sukai untuk memotivasi saya berkarya:
Kerja adalah cinta yang mengejawantah, dan apabila engkau tiada sanggup bekerja dengan cinta, maka akan lebih baik jika engkau meninggalkannya, dan mengambil tempat di depan gapura candi dan meminta sedekah dari mereka yang bekerja dengan suka cinta …
(Kahlil Gibran – Sang Nabi)

Jika tertarik mengetahui lebih lanjut tentang Budaya dan Iklim Organisasi dari sudut Ilmu Komunikasi, bisa membaca buku Organizational Communication 6th Edition oleh Gerald M. Goldhaber (Penerbit: McGrawHill) dan Komunikasi Organisasi – Strategi Meningkatkan Kinerja Perusahaan oleh R. Wayne Pace & Don. F. Faules (edisi bahasa Indonesia, dengan editor Deddy Mulyana, M.A., Ph.D., Penerbit PT Remaja Rosdakarya Bandung) sebagai rujukan. 

(Gambar dikutip dari: http://www.bee-communications.com) 

Tuesday, December 29, 2009

Profesi Kreatif yang Menjanjikan

(Dimuat di : PCplus No. 348, 8-21 Desember 2009)



Hidupnya industri komputer berdampak pada jenis industri lainnya. Salah satunya adalah industri kreatif seperti desain multimedia, periklanan, illustrator, dan desain interior.


Di arena animasi digital misalnya, film kartun animasi “Finding Nemo” besutan Disney/Pixar berhasil membukukan pendapatan sekitar Rp 290 miliar, sementara “The Incredibles”, yang pembuatannya memakan biaya Rp 874 miliar, sukses meraup laba hingga Rp 1,37 triliun khusus di pasar AS saja setelah ditayangkan selama 10 hari.

Di kancah permainan, industri game di AS sukses mencetak pendapatan sekitar Rp 60 triliun sepanjang tahun 2005. Art director, dan art designer disebut-sebut merupakan tenaga yang sangat dibutuhkan dalam pembuatan game – peluang bagi Anda yang berminat bekerja sambil bermain.


Kreativitas Bisa Diciptakan
Berminat menjadi seorang profesional di bidang seni dan desain?
Anda tak perlu mengkhawatirkan soal kurang atau tidak adanya bakat sejak lahir atau talenta. Anda bisa mempelajari keahlian yang dibutuhkan di sekolah-sekolah formal di bidang seni dan desain. Intinya, kreativitas bisa diciptakan, tidak semata ada karena memang dikaruniai bakat terpendam.

Kini, sekolah-sekolah desain tak hanya memadukan program yang akan mengasah rasa seni mahasiswa. Mereka juga melatih intuisi bisnis supaya peserta didiknya bisa langsung aplikatif ketika terjun ke dunia kerja sebagai pegawai ataupun menciptakan usaha sendiri.


Desain Grafis & Ilustrasi
Sebagai contoh, sebuah sekolah desain di Malaysia memiliki silabus Desain Komunikasi dengan pilihan program Graphic Design & Illustration dan Multimedia Design.

Jurusan Desain Grafis dan Ilustrasi akan mengajak peserta studi berpikir kreatif dalam memanfaatkan program piranti lunak yang tersedia. Para lulusan berpeluang bekerja di berbagai bidang seperti studio desain, rumah iklan, konsultan merek dan identitas, media, corporate-In-house Design, serta percetakan.

Selain itu, lulusan sekolah tersebut juga bisa saja membuka studio sendiri dengan kemampuannya mendesain sampul buku, iklan, webpage, logo/identitas korporat, sampai menghasilkan merek dagang dan identitas suatu produk. Sedangkan sebagai pekerja profesional, ia dapat merintis karier sebagai direktur kreatif; illustrator, art director, design director, type designer, komikus, desainer ekshibisi hingga account executive.


Desain Multimedia
Sedangkan program Desain Multimedia siap membekali siswanya kemampuan multimedia interaktif atau keahlian untuk menggunakan teknologi komputer grafis atau proses media digital untuk menciptakan gambar, suara, dan media interaktif lainnya.

Dengan keahlian di bidang Animasi 2D dan 3D, serta video digital, mereka bisa menekuni profesi sebagai multimedia designer, web designer, video editor, motion graphic designer, art director, graphic designer, atau pengajar di ilmu terkait.

Sebagai jebolan program Desain Multimedia, Anda berpeluang bekerja di Studio Multimedia, Studio Animasi, perusahaan pembuat games dan piranti lunak, biro iklan, Production House (PH) atau agensi Web. (Dewi Retno)